Press "Enter" to skip to content

Sepenggal Cerita Malioboro Jogja

Apabila anda tengah berada di Yogyakarta lalu anda meng-update lokasi anda di sosial media, pasti ada saja kerabat anda yang akan memberikan komentar untuk membelikannya oleh-oleh di Jalan Malioboro Jogja. Ya, kawasan ini bisa dibilang surganya mencari segala macam barang, termasuk berbagai produk fashion seperti batik, aksesoris dan lainnya.

Jalan Malioboro
Jalan Malioboro

Siapa yang mengira bahwa penamaan Malioboro saja ternyata memiliki ceritanya sendiri, tidak satu, namun terdapat dua cerita yang sangat populer mengapa nama tersebut bisa tercetus. Yang pertama adalah kata Malioboro memiliki makna “karangan bunga” yang diambil dari Kitab Sansekerta.

Hubungan apa yang dimiliki sebuah jalan panjang dengan karangan bunga? Rupanya sudah sejak 200 tahun yang lalu Malioboro telah dikenal sebagai tempat berputarnya uang setiap hari melalui aktivitas jual-beli, hanya dengan memanfaatkan media pasar tradisional. Cerita selanjutnya ada hubungannya dengan bangsa Inggris, karena kononnya nama Malioboro diambil dari nama seorang bangsawan Inggris pada kala itu yaitu ‘Marlborough’.

Tidak hanya sampai pada pusat pereknomian kota Jogja sendiri, rupanya Malioboro juga menjadi basis pemerintahan Kota Jogja sampai sekarang. Setiap inci jalanan tersebut seringkali dianggap menjadi saksi perubahan sejarah untuk Kota itu sendiri. Di jalanan ini pula Presiden pertama RI, Soekarno pernah tinggal beserta keluarganya, karena disini terdapat Istana Kepresidenan. Tidak sampai disitu di jalan ini pula menjadi saksi bisu pelantikan Jenderal hebat seperti Soedirman (pelantikan Panglima Besar TNI pada tahun 1947).

Malioboro juga menyajikan Benteng Vredeburg yang terkenal itu, dimana letaknya bersebrangan dengan Gedung Agung. Bangunan yang pembangunannya diusulkan oleh Belanda tersebut memiliki tujuan pada awalnya untuk menjaga stabilitas pemerintahan Kota Jogja, lebih dari itu benteng ini juga menandakan perdamaian.

Hingga saat ini, Malioboro juga selalu meninggalkan cerita tersendiri bagi para pelancongnya setiap harinya. Disini kita dapat merasakan bagaimana rasanya mendapatkan pengalaman berbelanja di sepanjang bahu jalanan, dari dagangan kerajinan bambu, hiasan rotan, lampu hias, gelang, kaos, sampai pada batik, dapat berlangsung aman. Disini juga kejelian anda sebagai seorang pembeli sangat diuji, seberapa pintar anda melakukan proses bidding dengan penjual untuk mencapai titik harga tertentu.

Semua pesona Malioboro  akan selalu menjadi salah satu simbol Yogyakarta.