Press "Enter" to skip to content

TV Berlangganan Indonesia, Nonton TV Online

Ditengah kebutuhan hiburan yang demikian tinggi dan semakin meningkat, bukannya tak mungkin masyarakat semakin mencari tayangan TV yang berkualitas dan bervariasi. Hal ini mendorong para insan di industri teknologi pertelevisian terus berkarya dan berinovasi untuk menjadikan dunia hiburan semakin menarik, dan juga berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan produk TV berlangganan, yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan tontonan yang lebih menarik, bervariasi sekaligus berkualitas.

TV berlangganan atau TV berbayar merupakan sebuah produk jasa khusus yang menyediakan saluran TV berkualitas bagi masyarakat yang mau membayar secara rutin / berkala. Jasa TV berlangganan atau TV berbayar ini menyediakan siaran dari berbagai stasiun – stasiun TV internasional dengan jumlah yang mencapai ratusan channel. Mulai dari channel olahraga, musik, sampai film blockbuster. TV berlangganan pertama di Indonesia pertama kali diciptakan pada tahun 1988 yaitu, Indovision. Sebagai TV berlangganan, Indovision menggunakan satelit sebagai media distribusi siaran saluran TV.

Pada umumnya siaran TV berlangganan seperti ini menggunakan dua pilihan media yaitu, media kabel atau media satelit. Industri TV berlangganan yang menggunakan media kabel dalam penyaluran siaran TV adalah PT. Indosat Mega Media dan PT. Berita Satu Holdings (First Media). Kabel sebagai media distribusi penyampaian program jarang digunakan karena memang memiliki beberapa kekurangan seperti tidak dapat menerima layanan di daerah yang tidak terdapat jaringan kabel, dan membutuh dana operasional serta perawatan yang besar. Sedangkan, untuk media satelit, ningaltv – TV Online Indonesia hampir semua TV berlangganan menggunakan media ini, seperti Indovision, Transvision, Okevision, BIG TV, K-vision, TOP TV.

Bagaimana proses penyiaran TV berlangganan dengan media satelit? Awalnya, penyedia saluran stasiun TV dari berbagai negara memancarkan sinyal siaran menuju satelit di luar angkasa (uplink). Sinyal siaran ini dikirimkan kembali ke bumi (downlink). Sinyal siaran yang dikirimkan dari satelit telah mengalami pengacakan / scramble. Hal inilah yang kemudian menyebabkan tidak semua orang dapat memiliki akses untuk melihat program siaran. Program siaran TV ini hanya dapat diakses oleh orang yang memiliki decoder, dalam hal ini adalah orang yang menerima jasa TV berlangganan. Decoder yang dimaksud merupakan pengkonversi sinyal lemah dari LNB (Low Noise Block) menjadi video atau audio. TV berlangganan dengan media satelit mempunyai mekanisme yang berbeda dengan penyiaran TV biasa, yang menjadikannya unik.