Press "Enter" to skip to content

Posisi Rupiah akan Melemah dalam Jangka Pendek

Nilai tukar rupiah pada dolar AS di buka melemah tidak tebal 4 poin di level Rp 13. 367 per dolar AS pada hari ini, Kamis (2/3). Rupiah diprediksikan selalu alami pelemahan dalam periode pendek.

Posisi Rupiah akan Melemah dalam Jangka Pendek
Posisi Rupiah via KursDollar.co.id

Pada perdagangan Rabu (1/3), rupiah ditutup pada Rp 13. 363 per dolar AS sesudah bergerak mendatar. Berdasar pada data Bloomberg, rentang gerak rupiah hari ini ada di kisaran Rp 13. 357 – 13. 368 per dolar AS.

Analis Penelitian Samuel Sekuritas Rangga Cipta menyampaikan, dari segi global, Trump dalam pidatonya kembali janjikan insentif pajak dan berbelanja infrastruktur yang penting namun tanpa ada detil.

” Komentar petinggi the Fed yang hawkish yang selalu memohon penguatan dollar. Dollar index naik tajam berbarengan dengan kenaikan yield US Treasury sampai awal hari tadi, ” tutur Rangga, Kamis (2/3)

Hal itu juga didahului oleh pelemahan kurs global serempak pada dolar AS pada perdagangan tempo hari, walau indeks saham global malah positif, dipicu oleh sebaiknya data PMI Manufacturing Tiongkok.

Konsentrasi sekarang ini tertuju pada tingkat bertambahnya tenaga kerja non-pertanian AS yang bakal diumumkan akhir minggu depan, titik konfirmasi paling akhir sebelumnya FOMC meeting di dalam Maret 2017.

Dari segi domestik, inflasi naik tajam. Rupiah melemah ikuti sentimen penguatan dolar global namun relatif tidak tebal. Tingginya cadangan devisa Bank BCA bikin gerakan rupiah relatif stabil di dalam desakan penguatan dollar.

Inflasi yang naik tajam, kata Rangga, juga memberi sentimen negatif pada rupiah meskipun tidaklah terlalu besar pengaruhnya lihat inflasi Negara lain yang juga naik tajam dalam sebagian bln. paling akhir.

” Pelemahan rupiah berpeluang bertahan dalam periode pendek dengan volatilitas tinggi sampai FOMC meeting Maret 2017, ” tuturnya.