Press "Enter" to skip to content

Nilai Tukar Rupiah Berbalik Melemah

Nilai tukar rupiah melemah 0, 14% atau juga 18 poin ke Rp13. 304 per dolar AS bersamaan gerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (18/4/2017).

Nilai Tukar Rupiah Berbalik Melemah

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan tempo hari, Senin (17/4/2017). Kurs Rupiah ditutup melemah 0, 09% atau juga 12 poin ke Rp13. 286 per dolar AS sesudah diperdagangkan di kisaran Rp13. 253 – Rp13. 289 per dolar AS.

Pagi tempo hari, rupiah di buka dengan penguatan 0, 08% atau juga 10 poin di posisi 13. 264 per dolar AS. Mengenai pada perdagangan Jumat minggu lantas (14/4), rupiah ditutup melemah 0, 14% atau juga 18 poin di posisi 13. 274 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kemampuan indeks dolar AS yang terpantau terkoreksi 0, 18% atau juga 0, 180 poin ke posisi 100, 330 pada jam 16. 28 WIB.

Seperti ditulis situs http://kursdolar.org, dolar AS melemah berbarengan dengan imbal hasil obligasi AS menyusul launching data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin membebani sentimen investor sesudah tertekan oleh kecemasan sekitar gosip Korea Utara dan juga agenda penentuan di Prancis mendatang.

Data penjualan ritel AS turun lebih dalam dari yang diperkirakan pada Maret. Mengenai angka inflasi inti tahunan melambat jadi 2%, kenaikan paling kecil mulai sejak November 2015, dari 2, 2% pada Februari.

Hal itu menolong menghimpit imbal hasil obligasi AS 10-tahun ke 2, 200%, level paling rendah mulai sejak pertengahan November, dari sekitaran 2, 228% pada Kamis, sebelumnya libur pasar.

“Saat ini susah untuk lihat aspek yang bisa mendorong imbal hasil obligasi naik. Dan juga dibanding dengan imbal hasil obligasi AS, yang sudah hentikan penguatannya pasca penentuan, harga saham AS, yang sudah alami koreksi terbatas, tampak rawan mengingat potensi perubahan di Korea Utara atau juga pilpres Prancis, ” tutur Hiroko Iwaki, Senior Strategist Mizuho Securities.

Di lain pihak, hari ini Tubuh Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang Februari 2017 alami surplus US$1, 23 miliar.

Surplus ini dikarenakan oleh nilai ekspor yang meraih US$14, 59 miliar atau juga semakin besar dari nilai impor sebesar US$13, 36 miliar.