Press "Enter" to skip to content

Konflik sejak merdeka di Ambon

Kode Pos

Konflik sejak merdeka
Pada tahun 1950, Ambon adalah pusat pemberontakan melawan pemerintahan Indonesia, yang disebabkan oleh pemberontakan Republik Maluku Selatan. Sebagian besar orang setia pada gerakan RMS. [Rujukan?] Pasukan Indonesia menyerang kota dan menegaskan kembali kontrol hanya dalam beberapa bulan. Banyak bangunan penting seperti Benteng Victoria (basis utama APRMS) rusak berat selama konfrontasi.

Pada bulan April dan Mei 1958 selama pemberontakan Permesta di Sulawesi Utara, Amerika Serikat mendukung dan memasok pemberontak tersebut. Pilot dari organisasi terdepan CIA yang berbasis di Taiwan, Civil Air Transport, menerbangkan pesawat CIA B-26 Invader, berulang kali mengebom dan menembak dengan tembakan senjata di dan sekitar Ambon. Pada tanggal 27 April, sebuah serangan CIA membakar sebuah pos komando militer, sebuah tempat pembuangan bahan bakar dan komplek Royal Dutch Shell. [2] Serangan terhadap Shell disengaja: CIA telah memerintahkan untuk menarik kepentingan komersial asing untuk mengusir perdagangan luar negeri dari Indonesia dan melemahkan ekonominya. [3] Keesokan harinya, pilot CIA yang sama mengebom kepentingan Shell di Balikpapan di Kalimantan Timur di Kalimantan, yang membujuk Shell untuk menangguhkan layanan kapal tanker dari sana. [4]

Pada tanggal 28 April, sebuah serangan udara CIA menghancurkan sebuah barak Angkatan Darat Indonesia di sebelah pasar. [5] Pada tanggal 30 April, sebuah serangan udara CIA menabrak lapangan terbang. [6] Pada tanggal 7 Mei, sebuah serangan udara CIA menyerang landasan terbang Ambon, yang secara serius merusak Skytrain Douglas C-47 dan Angkatan Udara Amerika Serikat Amerika Utara P-51 Mustang dan membakar sejumlah drum bahan bakar. [7] Pada tanggal 8 Mei, seorang CIA B-26 mencoba mengebom sebuah kapal perang Angkatan Laut Indonesia di pelabuhan Ambon. [8] Bom-nya terjatuh tapi kemudian mesin-menembaki kapal, melukai dua awak. [8] Angkatan Bersenjata Nasional Indonesia memperkuat pertahanan anti-pesawat di Ambon dengan sejumlah senapan mesin 12,7 mm (0,5 in). [8] Pada tanggal 9 Mei, seorang CIA B-26 menyerang kota itu lagi. [8] Penembak senapan mesin tersebut membalas tembakan dan seorang Mustang Angkatan Udara Indonesia P-51 Mustang mengejar B-26, tapi lolos. [8]

Pada tanggal 15 Mei, sebuah CIA B-26 menyerang sebuah kapal kecil, Naiko, di Teluk Ambon. [9] Naiko adalah kapal dagang yang dipaksakan oleh Pemerintah Indonesia ke dinas militer, dan dia membawa pulang pulang pasukan Ambon dari Jawa Timur. [10] Sebuah bom CIA menabrak ruang mesin Naiko, membunuh satu anggota awak dan 16 tentara infanteri [10] dan membuat kapal terbakar. [9] B-26 kemudian menyerang kota Ambon, menuju barak. Bom pertamanya terjawab dan meledak di tempat pasar di sebelahnya.  Berikutnya mendarat di kompleks barak namun terpental dan meledak di dekat sebuah pabrik es. B-26 dalam serangan udara Mei diterbangkan oleh pilot CAT bernama Allen Pope. Pada tanggal 18 Mei Paus kembali menyerang Ambon. Pertama, dia menggerebek landasan terbang lagi, menghancurkan C-47 dan P-51 yang telah dia rusak pada tanggal 7 Mei. Kemudian dia terbang ke barat kota dan mencoba menyerang salah satu dari sepasang kapal tentara yang dikawal oleh Angkatan Laut Indonesia. Pasukan Indonesia menembak jatuh B-26 tapi Paus dan operator radio Indonesianya selamat dan ditangkap. Penangkapan paus segera menunjukkan tingkat dukungan CIA atas pemberontakan Permesta. Karena malu, pemerintah Eisenhower segera mengakhiri dukungan CIA untuk Permesta dan menarik agennya dan menahan pesawat dari konflik tersebut.

Sebagai bagian dari program transmigrasi di tahun 1980an, pemerintah Suharto memindahkan banyak migran, kebanyakan dari mereka beragama Islam, dari Jawa yang padat penduduknya. [Rujukan?]

Antara tahun 1999 dan 2002, Ambon berada di pusat konflik sektarian di Kepulauan Maluku.  Terjadi kekerasan agama lebih lanjut di tahun 2011.

Kode Pos Desa